Friday, May 6, 2016

Ada alasan mengapa shaving gel diciptakan, tetapi sangat mudah bagi kita untuk tergoda menggunakan sabun saat mencukur. Hasilnya adalah iritasi pada kulit atau bahkan terluka. Dermatologis Annie Chua, yang juga partner dari Schick dan Skintimate, menjelaskan mengapa Anda harus berhenti menggunakan sabun dan memilih produk yang memang dibuat untuk mencukur. Sabun memiliki kandungan zat yang membantu melembabkan kulit, tetapi hal ini justru menjadi bumerang saat mencukur. Kelembaban tersebut dapat menyumbat di antara pisau cukur dan membuatnya tumpul. Selain itu, tumpukan pelembab dapat menjadi sarang bakteri dan kuman. Chua juga menyarankan untuk mengganti sabun dengan shaving gel atau krim yang mengandung nutrisi untuk kulit yang dilengkapi dengan bahan-bahan seperti mentega Shea atau minyak biji matahari. Dua produk ini dapat melembabkan dan mengurangi iritasi. “Kira-kira sebesar bola golf untuk setiap kaki, dari lutut ke bawah,” Chua menyarankan, “Terlalu banyak dapat membuat pengalaman mencukur terlalu licin.” Selain itu, Chua juga merekomendasikan agar Anda memilih cukuran dengan lebih banyak pisau. Menurut dermatologis ini, cukuran dengan lebih dari satu atau dua pisau bergerak mengikuti bentuk tubuh, lebih akurat, dan mengurangi kemungkinan iritasi. “Setiap orang berbeda-beda, jadi sesuaikan rutinitas mencukur Anda berdasarkan jenis bulu,” ujar Chua.  “Kalau Anda memiliki bulu yang lebih panjang atau keriting, gunakan gunting sebelum mencukur agar bulu tidak kusut atau menyumbat alat pencukur," imbuhnya.

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © Ebeauty Surabaya - Skyblue - Powered by Blogger - Designed by Adio firmansyah -